Sleman—Mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang diwakili oleh Anisa Dwi Astuti, Tiwaka Firdiana, Tya Utaminingsih, Innocentya Ash-Shabria Ar'abij, Nadia Laili Fajri, dan Indy Putri Nawangsari sukses melaksanakan aksi sosial kemanusiaan bertajuk "Aksi Berbagi Pangan Bahagia: Wujud Nyata Kepedulian untuk Mereka yang Membutuhkan" pada Jumat (15/5/2026).
Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial mahasiswa, sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan dasar. Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, aksi ini menjadi langkah konkret mahasiswa dalam mendukung target global agenda Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-1 (Tanpa Kemiskinan) dan poin ke-2 (Tanpa Kelaparan).
Aksi berbagi pangan ini diinisiasi sebagai respons terhadap ketidakstabilan harga bahan pokok yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat prasejahtera. Rangkaian kegiatan diawali dengan penggalangan donasi, pengemasan paket sembako berupa beras, minyak goreng, telur, mie instan, dan teh hingga pendistribusian secara langsung. Paket sembako tersebut berhasil dihimpun melalui aksi penggalangan dana internal mahasiswa serta donasi terbuka dari masyarakat umum selama kurang lebih enam hari dari 09 Mei - 14 Mei 2026.
Aksi Berbagi Pangan Bahagia tersebut dilaksanakan mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB dengan membagi tim menjadi dua kelompok guna menyasar masyarakat prasejahtera di wilayah Kabupaten Sleman, DIY, khususnya di sepanjang jalan sekitar kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga daerah Jombor secara merata.
"Kegiatan ini bukan sekadar tentang memberi bahan pangan pokok, melainkan tentang menghadirkan senyuman dan menyalakan harapan bagi mereka yang sedang berjuang di jalanan. Kami berharap aksi kecil dari mahasiswa PBSI UNY ini bisa memantik gerakan-gerakan kepedulian yang lebih besar di lingkungan masyarakat," ujar Anisa selaku mahasiswa PBSI, pada Jumat, (15/5/2026).

Sumber Foto: Tya Utaminingsih
Ungkapan "tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah" menjadi fondasi spiritual dan penggerak utama di balik runtunan kegiatan ini. Ungkapan tersebut tidak sekadar dimaknai secara harfiah sebagai posisi memberi dan menerima, melainkan sebuah seruan moral bagi mahasiswa untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan (agent of change), bukan sekadar penonton pasif di tengah dinamika sosial.
Pelaksanaan aksi sosial ini memberikan dampak positif yang signifikan dan mendapat sambutan hangat dari warga. Sebanyak 12 paket sembako berhasil disalurkan secara tepat sasaran kepada para pekerja harian, pemulung, tukang becak, dan lansia. Keterlibatan dan antusiasme masyarakat di sepanjang jalan UGM-Jombor memperlihatkan betapa pentingnya kehadiran gerakan sosial semacam ini di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.
Salah seorang tukang becak di kawasan Pogung Kidul RW 49, Sleman, Pak Teguh Widodo, mengaku sangat terbantu dengan adanya aksi ini. Beliau bahkan memberikan banyak wejangan serta masukan yang membangun bagi para mahasiswa.
"Jenengan sing sekolah ngoten ya ngoten (belajar yang tekun), ampun dipekso sak abote (jangan patah semangat walau berat). Matur nuwun, mugi berkah, insyaallah njenengan sukses," ujarnya dalam bahasa Jawa.
Kontribusi nyata ini selaras dengan SDGs Poin 1 (Tanpa Kemiskinan) sebagai upaya jangka pendek mengurangi beban finansial masyarakat prasejahtera. Sementara itu, keterkaitannya dengan SDGs Poin 2 (Tanpa Kelaparan) diwujudkan melalui pemenuhan akses pangan yang layak dan bernutrisi demi menjaga ketahanan pangan keluarga.
Melalui aksi ini, diharapkan kegiatan mulia serupa tidak hanya menjadi agenda temporer, melainkan sebuah program berkelanjutan dengan skala sebaran yang lebih luas dan kemitraan yang lebih kuat. Harapan besarnya, gerakan ini mampu terus menginspirasi seluruh mahasiswa dan civitas akademika UNY untuk konsisten hadir membawa solusi nyata di tengah permasalahan sosial masyarakat.
Editor: Anisa Dwi Astuti