Sleman, Selasa 12 Mei 2026 − Sebanyak 4 kg benih ikan tawes ditebar di aliran sungai yang berasal dari Selokan Mataram dan akan bermuara di Sungai Progo, tepatnya di Dusun Tegal Ngijo, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan oleh beberapa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai bagian dari tugas mata kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 12 Mei 2026 oleh beberapa mahasiswa PBSI UNY ini merupakan aksi nyata dari mewujudkan SDGs 14, yaitu melestarikan ekosistem perairan. Bentuk pelestarian ini dilakukan melalui penebaran benih ikan tawes yang merupakan ikan endemik sungai. Ikan ini dipilih karena bermanfaat bagi ekosistem sungai, salah satunya sebagai pengendali populasi tumbuhan air dan alga. Peran tersebut merupakan hal yang krusial dalam menjaga ekosistem sungai.
Sumber: Galas Noer Seto
Sebelum melaksanakan kegiatan tebar benih, tim mahasiswa melakukan survei lokasi terlebih dahulu. Mereka mengamati kondisi aliran sungai dan karakteristik perairan untuk menentukan jenis ikan yang sesuai dan mampu beradaptasi dengan baik. Berdasarkan hasil survei dan diskusi lebih lanjut, ikan tawes dipilih karena memiliki tingkat adaptasi yang baik terhadap lingkungan sungai serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Setelah menentukan jenis dan tempat penebaran benih ikan, para mahasiswa kemudian membeli benih ikan dan mempersiapkan kegiatan.
Penebaran benih ikan dilakukan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB dengan melibatkan delapan mahasiswa PBSI UNY. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari warga sekitar. Respons positif tersebut terbukti melalui antusiasme masyarakat setempat saat kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam upaya pengimplementasian nilai-nilai pembangunan berkelanjutan melalui aksi sederhana yang berdampak nyata bagi lingkungan perairan.
Selain bertujuan untuk memulihkan ekosistem aliran sungai, penebaran benih ikan tawes ini juga diharapkan dapat meningkatkan populasi ikan di aliran sungai tersebut. Kegiatan ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat setempat mengenai pentingnya menjaga ekosistem perairan. Kemudian dalam jangka panjang, ikan-ikan tersebut berpotensi menjadi salah satu sumber protein hewani bagi masyarakat setempat sehingga dapat mendukung pemenuhan gizi secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan tebar benih ikan ini memberikan dampak positif bagi ekosistem perairan dan memiliki nilai sosial bagi masyarakat setempat.
Sumber Berita: Nadhifa Jasmine Firdaus