SLEMAN - Di tengah keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan mahasiswa, sekelompok mahasiswa membuat sistem hidroponik bernama HYDRO-KOS, sistem hidroponik low-budget yang dirancang hemat ruang dan mudah diterapkan di lingkungan indekos. Sekelompok mahasiswa yang terdiri dari Hervina Fatmawati, Nisrina Zahra Eka Putri, Karin Valeria, Amanda Nur Aini, dan Aryka Ninda Pratiwi mengajak dan memberikan bimbingan kepada mahasiswa lain yang tinggal di indekos. Kegiatan ini dilaksanakan di indekos Wisma Putri Edelweis, Dusun Karangmalang, Blok E, No. 8B, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY. Sistem HYDRO-KOS dihadirkan guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama poin 2, 3 dan 12, yaitu tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Kegiatan diawali dengan uji coba penanaman bibit tanaman kangkung, bayam, dan selada hijau pada 19 April 2026 sampai 7 Mei 2026. Uji coba yang dilakukan berhasil menumbuhkan tumbuhan kangkung dan bayam. Setelah melakukan uji coba, pada tanggal 13 Juni 2026 dilakukan penyuluhan bagaimana cara membuat sistem hidroponik secara mandiri di indekos. Penyuluhan dilakukan dengan menjelaskan tata cara membuat sistem hidroponik, pemilihan benih, pemilihan pupuk, dan cara merawat tumbuhan hidroponik. Penanaman sayur melalui sistem hidroponik diupayakan untuk pencapaian pemenuhan SDGs poin 2 dan 3.
Sumber Foto: Nisrina Zahra Eka Putri
Setelah melakukan penyuluhan, dilakukan juga pembagian benih kepada mahasiswa yang hadir untuk ditanam di indekos masing-masing. Pembagian benih diupayakan untuk pencapaian pemenuhan SDGs poin 12. Dengan pembagian benih diharapkan, mahasiswa dapat melanjutkan program secara berkelanjutan.
Kegiatan ini disambut baik oleh mahasiswa yang tinggal di indekos. Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa program ini menambah wawasan mengenai sistem hidroponik dan ketahanan pangan. Luthviana mengatakan, “Kegiatan ini menambah wawasan saya mengenai penanaman sayur mayur, mulai dari pemilihan benih, cara menanam, hingga perawatan. Saya menjadi tertarik untuk mulai menanam di indekos saya sendiri.”
Sumber Foto: Aryka Ninda Pratiwi
Dengan pengadaan sistem hidroponik HYDRO-KOS ini, diharapkan mahasiswa dapat memenuhi kebutuhan pangan sehat meskipun tinggal di lingkungan indekos dengan lahan yang terbatas. Melalui penyuluhan dan pembagian benih, HYDRO-KOS diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan oleh mahasiswa sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Sumber berita: Aryka Ninda Pratiwi