KONFERENSI INTERNASIONAL KESUSASTRAAN KE-25

FBS-Karangmalang. Fakultas Bahasa dan Seni UNY kembali menggelar acara bertaraf internasional pada 13-14 Oktober 2016 lalu. Kali ini acara bergengsi yang diadakan bernama Konferensi Internasional Kesusastraan (KIK) ke-25. Isu yang diangkat pada acara kali ini adalah isu lingkungan, dengan tajuk utama “dari Sastra untuk Bumi” Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama antara Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) dan FBS ini dilaksanakan selama tiga hari; dua hari kegiatan konferensi dan sehari ekowisata di gua Pindul. Acara ini dipenuhi lebih dari 160 judul makalah dari lebih dari 180 pemakalah dari berbagai latar belakang seperti dosen, peneliti, sastrawan, dan pemerhati sastra yang berasal dari berbagai Negara diantaranya Thailand, India, Malaysia, Australia dan Amerika Serikat.

Konferensi ini diawali dengan registrasi sejak pukul tujuh pagi didepan gedung PLA, setelahnya para pemakalah dan peserta menuju ruang seminar gedung PLA untuk mengikuti pembukaan. Tepat pukul delapan, acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan laporan dari ketua panitia, Alice Armini, M.Hum. Dalam laporannya, Alice menyebutkan bahwa acara ini adalah acara yang rutin dilaksanakan tiap tahun, dalam konteks HISKI, tahun ini adalah tahun ke-25, sedangkan dalam konteks FBS, tahun ini adalah tahun ketiga penyelenggaraan International Conference on Literature the Third (ICOLITE 3rd) Ia juga meminta maaf karena salah satu pemakalah utama, Prof. Antonia Sorente, Ph.D tidak dapat hadir karena alasan kesehatan. Sebagai penutup, Alice tak lupa mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terselenggaranya konferensi internasional ini.

Acara dilanjutkan dengan persembahan tari “Onthel” oleh tujuh orang mahasiswa dari jurusan Pendidikan Seni Tari FBS. Tarian kreasi ini bercerita mengenai masyarakat yang sudah lelah dengan kondisi yang penuh polusi dan berusaha melawannya dengan aksi nyata.

Selanjutnya, Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A memberikan sambutannya dihadapan para pemakalah dan peserta konferensi. Ia bertutur agar para peserta tidak hanya fokus kepada acara konferensi ini, namun juga pada keindahan dan kemajemukan Yogyakarta. Rochmat juga menekankan pentingnya pendidikan lingkungan melalui karya sastra. Melalui media cetak maupun oral dari guru maupun orangtua nya, anak-anak akan memiliki kesadaran tentang lingkungan. Sebagai penutup, Ia berharap agar acara ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman, namun juga menjadi kesempatan dalam menjalin kerjasama dan hubungan jangka panjang.

Acara utama pun akhirnya tiba. Sidang Pleno 1 diawali oleh Prof. Dr. Moon Chung Hee, seorang sastrawan Korea Selatan yang menjadi dosen di Dongguk University, Korea Selatan. Ia memaparkan makalahnya yang berjudul Woman, Life, Love. Kini giliran pemakalah kedua untuk memaparkan makalahnya, seorang yang tak asing lagi didunia sastra, Dra. Naning Pranoto, M.A. Ia memberi judul makalahnya “Memperkenalkan Petani Pelestari Bumi: Menulis, Menanam dan Mengkonsumsi Makanan Natural”

Selepas tengah hari, sidang paralel yang dibagi menjadi tujuh kelas dimulai. Kelas-kelas paralel ini digelar di lantai 3 Gedung Kuliah I FBS hingga pukul 17.00 WIB.

Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini tak berhenti di sidang paralel saja, acara berlanjut sejak pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB dengan acara utama Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) II HISKI Pusat. Acara malam itu didahului oleh monolog yang dibawakan Naning Pranoto, Yeni Rahmawati dan Fahmi Idris. (Reza)