Yogyakarta – Mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Muthiah Afifah, berhasil berpartisipasi sebagai presenter dalam ajang internasional Asia Pacific Conference on Educational Research, Social Science and Technology (APCERSST) 2026 yang diselenggarakan pada 24–25 Januari 2026 di Bangkok, Thailand.
Konferensi berskala internasional ini mengusung tema “Community Empowerment through Education and Social Innovation for Sustainable Development”, serta menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk membahas isu-isu terkini di bidang pendidikan, ilmu sosial, dan teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, Muthiah Afifah mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “How Game-Based Tasks on Baamboozle Shape Willingness to Communicate in One-on-One Online English Lessons”. Presentasi ini dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di Ballroom Baiyoke Boutique Hotel, Bangkok.
Partisipasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dalam forum ilmiah internasional. Selain memperluas wawasan akademik, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi riset lintas negara serta memperkuat jejaring profesional di bidang pendidikan bahasa Inggris.
Konferensi APCERSST 2026 turut menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari berbagai institusi internasional, di antaranya Prof. Dr. Wan Adura Wan Rashid (Universiti Teknologi Shah Alam, Malaysia), Prof. Dr. Dimithri Devinda Jayagoda (University of Bolton), Dr. Vishali Sharma, dan Dr. Atarah Fisher. Kegiatan konferensi meliputi sesi presentasi, workshop, serta forum pengembangan profesional yang berlangsung selama dua hari.
Keikutsertaan Muthiah Afifah dalam konferensi ini dinilai sejalan dengan upaya pengembangan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa, khususnya dalam bidang pembelajaran bahasa Inggris, inovasi pedagogis, serta integrasi teknologi dalam pendidikan. Selain itu, pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat didiseminasikan kembali kepada sivitas akademika melalui seminar, diskusi ilmiah, maupun publikasi.
Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional, mahasiswa UNY diharapkan mampu meningkatkan kapasitas keilmuan sekaligus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global.
Humas FBSB UNY,