MENELUSURI YOGYAKARTA LEBIH DALAM, MAHASISWA GDUFS ANTUSIAS MENGIKUTI PROGRAM EKSKURSI

FBS-KARANGMALANG. Dalam upaya mengenalkan sejarah serta budaya Indonesia pada mahasiswa internasional, Program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) mengadakan ekskursi ke beberapa tempat wisata di Yogyakarta. Sebanyak 18 orang mahasiswa Guangdong University of Foreign Languages (GDUFS) berkunjung ke Museum Benteng Vredeberg dan Taman Sari pada Sabtu (30/9/2017).

“Melewati Ekskursi ini, kami telah ke Museum Vredeberg dan Taman Sari. Setelah mengunjungi Museum Vredeberg, saya lebih mengenal tentang sejarah Indonesia. Ketika Indonesia dijajah Belanda, orang Indonesia berjuang keras untuk merdeka. Menurut saya, sejarah harus diingat. Setelah mengunjungi museum, kita menuju Taman Sari yaitu suatu taman yang dimiliki raja Yogyakarta yang pertama dan kedua dan masih dijaga baik-baik sampai sekarang. Saya mengira, perlindungan raja juga sangat penting bagi kota ini, karena beliau membuat kota ini makin sejahtera.” cerita Murni, salah satu mahasiswa GDUFS yang turut serta dalam ekskursi.

Ekskursi atau City Tour juga merupakan cara mengenalkan Indonesia dengan cara yang lebih mengesankan setelah belajar di dalam ruang kelas. Diharapkan mahasiswa internasional tidak hanya belajar bahsa Indonesia saja, mereka juga perlu menelusuri sejarah dan budaya Indonesia. Diakui mahasiswa GDUFS lain yaitu Nirmala, bahwa program ekskursi juga memberikan pengalaman yang berbeda dalam mengenal Indonesia khususnya Yogyakarta. “Sebagai mahasiswa luar negeri, kami lebih mengenal Indonesia tidak hanya dari buku, tetapi juga mengalami sendiri. Ini lebih penting dan berarti bagi orang asing.” (Dedi Nurohman dan Anik Maryani, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Inodnesia)